Janganlah
engkau terbuai pada keelokan rupa yang nampak secara zahir, karena
kecantikan fisik akan pudar seiring berjalannya waktu, bertambahnya
usia. Namun kecantikan jiwa yang timbul dari hati, itulah yang utama,
karena ia abadi..
Menikah itu bukan sekedar lafaz akad di awal saja,
tapi sebuah perjalanan panjang dalam hidup. Kita harus memilih orang
yang benar-benar tepat untuk menjadi teman dalam
mengarungi samudera kehidupan ini. Namun apa jadinya jika seorang
lelaki yang tidak paham agama sama sekali datang melamarmu sementara
engkau berada di persimpangan harus memutuskan untuk menikah dengannya
atau dengan lelaki shaleh yang engkau dambakan? Dan engkau melihat ada
ketulusan di hatinya saat dengan polos ia datang melamarmu. Dia tidak
memandangmu dari kecantikan fisikmu, keelokan rupamu, tapi ketakwaanmu
pada tuhanmu.
Dia datang kepadamu untuk sebuah perubahan. Ia ingin
menjadi seorang yang lebih baik, dan engkau tahu bahwa keshalehan adalah
sebuah proses menuju sebuah pencapaian. Dia telah memutuskan untuk
meninggalkan segala masa lalunya demi dirimu sehingga menambah gelisah
hatimu untuk menolak atau menerimanya. Lantas engkau pun bertanya pada
hatimu, apakah dia yang akan menjadi cermin jiwamu?
Baca kisah selengkapnya dalam Novel:
Cermin Jiwa
Sebuah Novel yang menceritakan tentang perjuangan seorang lelaki dalam mencari keridho’an cinta-Nya..
***
Setetes demi setetes embun di kuncup-kuncup dedaunan mulai mengering
oleh sinar sang mentari yang mulai sepenggelahan naik menyapa hari.
Dan kuning dedaunan pun satu demi satu berguguran meninggalkan rantingnya.
Resah...
Semakin gelisah jiwa ini menghitung waktu yang terus berlalu.
Sampai kapankah kesendirianku melewati usia..
Sementara sungai terus mengalir menemui muara.
Dan Aku...?
Ya Rahim.. Dimana Kau simpan cermin jiwa itu.
Cermin jiwaku..
Yang rela menghabiskan sisa hidupnya bersamaku.
Yang ikhlas menerima aku dengan segala kurangku
Aku ingin belajar bersamanya tuk meraih cinta-Mu
Sesungguhnya Adam-Mu ini telah mendambakan Hawa.
Tak ingin lama hidup dalam gelisah.
Dimanakah bayanganku itu..
Yang akan meredakan tangisan di sanubari
Menepis gundah di dalam hati.
Pertemukanlah...
Akan ku terima lebih dan kurangnya..
Karena ku yakin, dari-Mu yg terbaik untukku..
Karena dia...
Cermin Jiwaku
***
Dalam memilih pasangan hidup, seperti apa pun engkau menentukan
kriterianya, berciri seperti apa yang engkau dambakan, atau engkau
menghalalkan dirimu dengan mengajukan berjuta persyaratan, pada akhirnya
dia yang menjadi belahan jiwamu adalah pantulan dari dirimu sendiri.
Karena dialah Cermin Jiwamu..
Jodoh itu seperti bercermin.
Semakin engkau memperbagus dirimu, semakin bagus pula pasanganmu kelak.
Maka, jika engkau mendambakan seseorang yang baik akhlaknya, indah
perangainya, pantaskan dirimu!
###novel cermin jiwa#####